MIGRASI (Perpindahan)
MAKALAH
DASAR KEPENDUDUKAN
MIGRASI (Perpindahan)
DOSEN: NIA MUSNIATI, SKM., MKM
DISUSUN OLEH:
OLETHA MAYDYANI (1905015074)
KELAS 1B
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
KESEHATAN MASYARAKAT
2019/2020
MIGRASI (Perpindahan)
A. Pengertian
Migrasi penduduk
adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam
mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan
penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi
internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah
satu negara saja.
Migrasi merupakan
bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk
dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional,
dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen
disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
Menetap di sini sendiri sifatnya
itu bisa sementara serta juga bisa menetap selamanya. Dan oleh sebab tujuan
migrasi ini menetap, maka segala sesuatu keperluan administrasi milik orang
yang melakukan migrasi tersebut juga harus diperbaharui seperti contohnya kartu
tanda penduduk atau KTP, kartu keluarga serta lain sebagainya.
B.
Faktor Penyebab
Perpindahan
penduduk merupakan langskah yang besar. Selain harus menyiapkan perjalanan
panjang, penduduk yang pindah juga harus repot- repot mengeluarkan biaya,
menyiapkan tempat tinggal yang baru, mengangkut barang- barang lama, hingga
mengurusi segala administrasi yang ada di lingkungan baru.
Karena
sangat repot inilah maka orang- orang yang melakukan migrasi tidak sembarangan.
Maksudnya, orang- orang yang melakukan migrasi merupakan orang- orang yang
mempunyai tujuan tertentu. Tanpa adanya tujuan tertentu, maka orang- orang
tidak akan repot- repot melakukan migrasi.
Setidaknya
ada beberapa tujuan mengapa orang- orang melakukan migrasi. Tujuan- tujuan
inilah yang menjadi penyebab dilakukannya migrasi. Beberapa penyebab terjadinya
migrasi adalah sebagai berikut:
1.
Kurangnya
lapangan pekerjaan
Salah satu penyebab atau pendorong terjadinya
migrasi adalah alasan sedikitnya lapanagn pekerjaan yang ada di daerah asal.
Semua orang bisa memenuhi kebutuhan hidup hanya jika mereka bekerja. Bekerja
untuk mendapatkan uang dan bisa dibelanjakan kebutuhan sehari- hari.
2.
Kepadatan penduduk
Alasan lainnya seseorang melakukan
migrasi adalah karena adanya kepadatan penduduk yang terlalu padat di daerah
asal. Kepadatan penduduk ini menyebabkan sesorang hidup kurang nyaman, banyak
persaingan sehingga sebagian akan sulit mendapatkan pekerjaan. Karena sulit
mendapatkan pekerjaan, maka banyak orang yang akan melakukan berbagai macam
tindak kriminal.
3.
Sumber daya alam yang kurang
Sebagian penduduk yang berpindah ke tempat lain dikarenakan sumber daya
alam yang kurang memadai. Misalnya saja di suatu tempat keadaan
tanahnya gersang sehingga ketika ditanami tumbuhan maka tidak mudah tumbuh
subur (baca: ciri- ciri
tanah subur dan tidak subur), atau karena keadaan tanah (baca: jenis tanah)
dan udaranya (baca: polusi udara)
suatu tempat hanya mempunyai sumber daya alam yang sangat sedikit.
4.
Keinginan
memperbaiki taraf hidup
Sebagaian
besar atau pada umunya alasan mengapa seseorang lebih memilih pindah tempat
tinggal di daerah lain adalah karena alasan ekonomi. Salah satunya adalah
keinginan untuk memperbaiki taraf hidup menjadi lebih baik.
5.
Melanjutkan
pendidikan
Tujuan
lainnya adalah di bidang pendidikan. Keinginan untuk mendapatkan pendidikan
bagus dan jenjang yang lebih tinggi membuat seseorang melakukan migrasi.
Misalnya di luar Jawa fasilitas pendidikan belum lengkap, dan seseorang ingin
melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi.
6.
Perbedaan
pendapat dan politik
Ada pula
beberapa penyebab masyarakat dalam melakukan migrasi karena hal yang negatif.
Misalnya adalah karena seseorang memiliki perbedaan pendapat dengan orang lain
atau sebagian besar masyarakat, seperti karena masalah politik, perbedaan
partai yang diusung, calon presiden yaang didukung, atau yang lainnya yang
menyebabkan masalah mengular dan tak kunjung selesai.
7.
Hubungan sosial yang tidak baik
Masih
karena hal yang tidak baik, seseorang bisa memutuskan untuk pindah ke tempat
lain karena di tempat tinggalnya ia merasa mendapatkan ancaman atau tekanan
sehingga membuat hidupnya tidak nyaman dan tidak tenang.
8.
Alasan
agama
Ada juga
beberapa orang yang memilih pindah tempat tinggal dikarenakan urusan agama.
Misalnya ditempat tinggalnya hak untuk memeluk keyakinan yang diinginkan kurang
kuat, atau masyarakatnya terlalu fanatik sehingga tidak tenteram apabila
seseorang itu tinggal di tempat tersebut.
9.
Keadaan geografis yang tidak cocok
Keadaan geografis atau lingkungan yang kurang cocok juga menjadi salah
satu penyebab seseorang melakukan migrasi. Misalnya saja seseorang mempunyai
penyakit asma yang akan kambuh apabila dia berada di yang dingin.
10. Pemerataan penduduk
Migrasi
tak selamanya berasal dari keinginan penduduk. Adakalanya seseorang melakukan
migrasi karena menjalankan program dari pemerintah. Misalnya pemerintah ingin
memeratakan jumlah penduduk agar tidak terpusat di pulau Jawa. Untuk mencapai
tujuan ini maka pemerintah harus mengambil penduduk dari pulau Jawa untuk dibawa
ke luar Jawa. Hal ini bisa terealisasi apabila banyak warga masyarakat dari
Pulau Jawa bersedia dipindahkan ke luar Jawa.
C. Jenis
Migrasi
Secara umum, migrasi dapat dibedakan
menjadi dua jenis antara lain sebagai berikut;
1. Migrasi
Nasional
2. Migrasi
Ineternasional
1. Migrasi Nasional
2. Migrasi Internasional
Misalnya seseorang yang melakukan
migrasi internasional ini adalah Anggun C. Sasmi dari Warga Negara Indonesia
berpindah menjadi Warga Negara Prancis pada saat ini. Jenis migrasi
internasional, antara lain adalah sebagai berikut;
D. Cara Penanggulangan
Migrasi yang Berlebihan
Migrasi yang merupakan perpindahan
penduduk dari satu tempat ke tempat yang lian dengan tujuan menetap terkadang
memberi magnet tersendiri. Iming- iming mendapat kemakmuran yang lebih baik,
upah kerja yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih lengkap terkadang menjadikan
mayoritas penduduk desa ingin meninggalkan kampung halaman menuju ke tampat
yang lebih makmur. Dengan demikian tidak jarang ada kasus migrasi yang
berlebihan. Apapun yang berlebihan itu sifatnya tidak baik, termasuk juga
migrasi. Berbagai dampak buruk bisa saja ditimbulkan dari migrasi ini. maka
dari itulah dibituhkan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya migrasi yang
berlebihan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Membangun fasilitas- fasilitas
pembangunan sampai ke pelosok- pelosok negeri
2. Pengadaan pendidikan yang bermutu
hingga ke daerah- daerah terpencil di negeri
3. Membangun sarana dan prasarana yang
dibituhkan hingga ke seluruh penjuru negeri
4. Meningkatan upah bagi pekerja yang
ada di desa
5. Memperbanyak lapangan kerja di
pedesaan
Itulah
beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menarik perhatian dan
minat masyarakat supaya tidak terlalu bersemangat untuk melakukan migrasi.
Selain itu, hal ini membuat masyarakat pedesaan menjadi semakin maju.
E. Migrasi Terbesar di
Dunia
Penduduk
beberapa negara pernah melakukan migrasi dengan jumlah peserta yang sangat
banyak. Cina merupakan negara yang selalu terkenal dengan mudik besar- besaran
menjelang Tahun baru Imlek. Misalnya pada Februari 2016. Migrasi ini dilakukan
oleh sekitar 100 ribu jiwa warga Cina yang ingin mudik ke kampung halamanannya
menjelang Tahun Baru Imlek 2017. Adanya cuaca buruk menyebabkan migrasi ini
diikuti banyak sekali masyarakat Cina.
F. Contoh Migrasi
Dalam kehidupan sehari- hari, migrasi
dapat dijumpai dalam contoh sebagai berikut:
Transmigrasi bedol
desa
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar