KELAHIRAN (FERTILITAS)


MAKALAH DASAR KEPENDUDUKAN
KELAHIRAN (FERTILITAS)



DOSEN: NIA MUSNIATI, SKM., MKM

DISUSUN OLEH:
OLETHA MAYDYANI (1905015074)
KELAS 1B



UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
KESEHATAN MASYARAKAT
2019/2020





KELAHIRAN (FERTILITAS)

A.    Pengertian
Fertilitas (Inggris: Fertility) sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain, fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas, sebaliknya, merupakan potensi fisik untuk melahirkan anak. Kedua hal ini berkaitan erat, dimana fekunditas merupakan modal awal dari seorang perempuan untuk mengalami fertilitas dalam hidupnya dan seorang yang telah mengalami fertilitas pasti fekunditasnya baik.
Ada satu kata yang memiliki makna yang menyerupai fertilitas, yaitu natalitas. Perbedaan keduanya hanya pada ruang lingkupnya. Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk, sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.

B.     Konsep-Konsep Fertilitas
1.      Lahir hidup (Life Birth), menurut WHO, adalah suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal : bernafas, ada denyut jantungnya atau tali pusat atau gerakan-gerakan otot.
2.      Lahir mati (Still Birth) adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
3.      Abortus adalah kematian bayi dalam kandungan dengan umur kurang dari 28 minggu. Ada dua macam abortus : disengaja (induced) dan tidak disengaja (spontaneus). Abortus yang disengaja mungkin lebih sering kita kenal dengan istilah aborsi dan yang tidak disengaja lebih sering kita kenal dengan istilah keguguran.
4.      Masa reproduksi (Childbearing age) adalah masa dimana perempuan melahirkan, yang disebut juga usia subur (15-49 tahun).
5.      Sterilisasi adalah ketidakmampuan seorang pria atau wanita untuk menghasilkan suatu kelahiran.
6.      Natalitas adalah kelahiran yang merupakan komponen dari perubahan penduduk.

C.    Faktor-Faktor Pengaruh Fertilitas
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat Fertilitas, yaitu:
a.      kontrasepsi (pencegahan pembuahan)
Kontrasepsi (Contraception) adalah alat, obat, efek atau tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan. Secara halus, kontrasepsi diistilahkan juga sebagai Keluarga Berencana atau KB. Berbeda dengan aborsi, kontrasepsi menghindari kehamilan dengan mencegah terjadinya pembuahan itu sendiri.
b.      aborsi (pengguguran)
Gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur. Aborsi merupakan problem yang serius karena di satu pihak aborsi adalah illegal, tetapi di pihak lain demand terhadap aborsi cenderung meningkat. Akibatnya, banyak aborsi dilakukan secara illegal di tempat-tempat yang (mungkin) mengandung risiko tinggi terhadap keselamatan ibu dan anak. Bayi yang dilahirkan dari kehamilan yang tidak dikehendaki akan mengalami masalah psikologis dalam perkembangannya, dan hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga/orang tua, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah.
            c. perubahan keadaan perkawinan (perceraian dll)
d. mandul (tidak bisa punya anak).
Mandul adalah sebuah istilah dapat juga diartikan sebagai kegagalan, tidak berhasil, atau tidak dapat membentuk. Istilah mandul banyak digunakan pada bidang reproduksi yang dimaksudkan untuk membuahkan keturunan pada manusia.

D.    Ukuran-Ukuran Fertilitas

1.      Tingkat Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate)
Tingkat fertilitas kasar didefinisikan sebagai banyaknya kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. Angka ini diperoleh dengan membagi jumlah kelahiran yang terjadi dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun. CBR dapat dirumuskan sebagai berikut :
CBR = B/P x k
                        Keterangan :
CBR    : Crude Birth Rate atau Tingkat kelahiran Kasar
B         : Jumlah kelahiran pada suatu tahun tertentu
Pm       : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k          : Bilangan konstanta, biasanya 1000

2.      Tingkat Fertilitas Umum (General Fertility Rate/GFR)
Tingkat kelahiran umum atau GFR adalah banyaknya kelahiran setiap 1000 penduduk wanita yang berada dalam periode usia produktif (15-49 tahun) dalam kurun waktu setahun. Usia produktif adalah usia reproduksi atau usia subur yang memungkinkan wanita untuk melahirkan. Tingkat fertilitas kasar yang telah dibicarakan sebagai ukuran fertilitas masih terlalu kasar karena membandingkan jumlah kelahiran dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Kita mengetahui bahwa penduduk yang mengetahui resiko hamil adalah perempuan dalam usia reproduksi (15-49 tahun). Dengan alasan tersebut ukuran fertilitas ini perlu diadakan perubahan yaitu membandingkan jumlah kelahiran dengan jumlah penduduk perempuan usia subur (15-49 tahun). Jadi sebagai penyebut tidak menggunakan jumlah penduduk pertengahan tahun umur 15-49 tahun. Tingkat fertilitas penduduk yang dihasilkan dari perhitungan ini disebut Tingkat fertilitas Umum (General Fertility Rate atau GFR) yang ditulis dengan rumus :
GFR = B/P15-49       x k
Atau GFR = B/P15-44          x k
Keterangan :
GFR                : Tingkat Fertilitas Umum
B                     : Jumlah kelahiran
Pf (15 – 49)     : Jumlah penduduk perempuan umur 15-49 tahun  pada pertengahan tahun

3.      Tingkat Fertilitas Menurut Umur (Age Specify Fertility Rate)
Tingkat kelahiran menurut kelompok umur tertentu atau ASFR adalah banyaknya kelahiran yang terjadi pada wanita dalam kelompok umur tertentu dalam unsur reproduksi per 1000 wanita. Terdapat variasi mengenai besar kecilnya kelahiran antar kelompok-kelompok penduduk tertentu, karena tingkat fertilitas penduduk ini dapat pula dibedakan menurut : Jenis kelamin, umur, status perkawinan atau kelompok-kelompok penduduk yang lain. Di antara kelompok perempuan usia reproduksi (15-49) terdapat variasi kemampuan melahirkan, Karena itu perlu dihitung tingkat fertilitas perempuan pada tiap-tiap kelompok umur (age specify fertility rate). Perhitungan tersebut dapat dikerjakan dengan rumus sebagai berikut :
ASFRi  = Bi/Pi x k
Keterangan :
ASFRi                 : Tingkat Fertilitas Menurut Umur
Bi                    : Jumlah kelahiran bayi pada kelompok umur
Pfi                   : Jumlah perempuan kelompok umur I pada pertangahan tahun
k                      : angka konstan : 1000

4.      Tingkat Fertilitas Total (Total fertility Rate/ TFR)
TFR didefinisikan sebagai jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan:
     Tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya
     Tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada periode waktu tertentu
Tingkat fertilitas total menggambarkan riwayat fertilitas dari sejumlah perempuan hipotesis selama masa reproduksinya. Hal ini sesuai dengan riwayat kematian dari tabel kematian penampang lintang(Cross Sectional Life Table).

Dalam praktek tingkat fertilitas total dikerjakan dengan menjumlahkan tingkat fertilitas perempuan menurut umur, apabila umur tersebut berjenjang lima tahunan, dengan asumsi bahwa tingkat fertilitas menurut umur tunggal bsama dengan rata-rata tingkat fertilitas kelompok umur lima tahunan, maka rumus dari TFR adalah:

Keterangan :
TFR     =  Total Fertility Rate
ASFR = Tingkat fertilitas menurut umur ke I dari kelompok berjenjang lima tahunan

E.     Ukuran Reproduksi

1.      Gross Reproduction Rate (GRR)
Gross Reproduction Rate ialah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidakada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya, seperti TFR, perhitungan GRR adalah sebagai berikut :
Rumus: GRR=100/203TFR
ASFRfi adalah tingkat fertilitas menurut umur ke-i dari kelompok berjenjang 5 tahunan.

Kelemahan dari perhitungan GRR adalah megabaikan kemungkinan perempuan meninggal sebelum masa reproduksinya berakhir. Agar hal ini tidak diabaikan, maka digunakan perhitungan Net reproduction Rate (NRR).


2.      Net Reproduction Rate (NRR)
adalah jumlah anak wanita yang masih hidup sampai ia dapat melahirkan (menduduki tempat sebagai ibunya), yang diperhatikan adalah anak wanita saja yang diperkirakan akan mencapai atau bisa mencapai usia reproduksi.

NRR = 5 X Bayi yang diharapkan tetap hidup  per 1.000 perempuan

Jika bayi yang diharapkan tetap hidup di DKI  Jakarta tahun 1995 adalah 161.9
Maka : NRR = 5 X 161.9 = 809.5 per 1.000
perempuan atau NRR = 0.81



DAFTAR PUSTAKA

1.      Ppt dasar kependudukan sesi 9 tentang fertilitas





Komentar